Rabu, 25 Mei 2011

7 Kebiasaan Bikin Cepat Pikun


http://sijaribu.files.wordpress.com/2008/10/pikun.jpg

Sering lupa meletakkan kunci atau dompet? Atau, apakah Anda sering ketinggalan membawa barang? Bisa jadi Anda tergolong pelupa.
Jika di usia muda Anda sudah sering lupa, menurut Dr. Peter Rendell dari University of New South Wales, Sidney, Australia, kemungkinan besar Anda akan lebih cepat alami kepikunan.
Perlu Anda tahu, ternyata ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat daya kerja otak menurun. Akibatnya, memori makin buruk dan daya tangkap pun lemah. Maka itu, hindari 7 kebiasaan yang bisa bikin cepat pikun berikut ini:


1. Makan Terlalu Banyak

Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

2. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

3. Mengkonsumsi gula terlalu banyak

Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.
4. Kurang Tidur

Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
5. Kurang menstimulasi pikiran

Berpikir adalah cara paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.
6. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

7. Memikirkan banyak hal saat sakit

Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas otak serta dapat merusak otak.




Cek TKPnya : http://menujuhijau.blogspot.com/2011/05/7-kebiasaan-bikin-cepat-pikun.html#ixzz1NJgzIUOw

Cocopillow, Bantal Berkelas Dari Limbah Serabut Kelapa

     TEMPOInteraktif.com | Jum'at, 18 Mar 2011 | Serabut kelapa bagi sebagian orang sering dianggap tidak bermanfaat. Tapi ditangan tiga mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gajah Mada - Ismiati, Annisa Dewi Akbari dan Irfan Anshori- serabut kelapa bisa dimanfatkan sebagai bahan dasar bantal.

     Namanya cocopillow yaitu bantal dengan bentuk unik. Bantal ini awet dan tahan lama. Kelebihan lain bantal UGM ini adalah memiliki bau khas kelapa yang memberikan wangi aroma terapi.

     Nah, pada akhir Februari lalu cocopilow dinobatkan sebagai jawara lomba make and sell competition di Institut Teknologi Sepuluh . Tim UGM menyisihkan 83 peserta dari bebragai puluhan perguruan tinggi seperti ITS, IPB dan UNY. “Selama ini serabut kelapa tidak dimanfaatkan kecuali dibuat keset,”kata Ismiati pembuat bantal limbah kelapa dalam rilis yang diterima Tempo.

    Ismiati menjelaskan ide awal pembuatan cocopillow bermula dari banyaknya sampah serabut kelapa yang dibuang dan dijual murah para penduduk di daerah Kretek, Bantul dan Samigaluh, Kulon Progo.
Selama ini Kabupaten Bantul bisa memproduksi serabut kelapa mencapai 24 ribu ton per tahun, sedangkan di Kulon progo 24 ribu ton per tahun. Potensi ini yang mendorong para mahasiswa berpikir untuk menciptakan produk unggulan baru yang jauh lebih ekonomis.Produk itu ya itu tadi, bantalserabut kelapa

  Cara pembuatan bantal ini cukup sederhana. Irfan menjelaskan serabut kelapa yang sudah dibersihkan dikeringkan selama 3 hari. Kemudian direkat dengan lem. “Baru dibentuk model bantal yang diinginkan,”kata Irfan. Agar mendapatkan aroma kelapa yang wangi bantal kembali dikeringkan.

   Bantal ini bisa dijual dengan harga Rp 39 ribu. Namun belum diproduksi secara massal. Menurut Ismiati bantal didesain agar bentuk bantal sesuai dengan lekukan tulang belakang. Sehingga saat digunakan memberikan rasa nyaman dan tidak sakit. “Bentuk bantalnya ada lekukan di tengah, sehingga nyaman saat digunakan,” katanya.


www.AstroDigi.com


Minggu, 22 Mei 2011

Parangdog Nan Indah di Yogyakarta

          Awalnya dihari minggu nan cerah ini aq berniat untuk mengikuti latihan Jey Kune Doo seperti biasa. Tapi ternyata latihan hari ini ditiadakan karena sesuatu hal. Akhirnya aq langsung menguhubungi teman ku yang bernama Ira untuk mengajaknya jalan-jalan. Hari ini begitu menyenangkan bagi ku dan Ira. Dari pagi sampe malam kita jalan-jalan mengunjungi tempat wisata yang ada di Jogja. Kami memulai perjalan Ke Sunday Morning UGM. Disana kami menghabiskan waktu hanya beberapa jam saja. setelah itu kami langsung pulang menuju kost ku. setiba dikost kami bingung mau kemana lagi. Kami bercengkrama sambil memikirikan kemana perjalanan kami selanjutnya. Kami berfikir sambil bermasker ria dan selang beberapa menit kemudian kami dapat ide untuk jalan-jalan ke daerah Parangdog. Ide ini kami dapat dari obrolanku kemarin dengan teman ku di kampus. Berhubung aq belum kesana akhirnya aq mengusulkan ke Ira untuk jalan-jalan ke Parangdog. Informasi yang  Ku dapat dari temanku. Dia menceritakan bahwa parangdog memiliki pemandangan yang sangat indah. Aq jadi penasaran dan setelah dapat info itu pengen rasanya cepat-cepat kesana. 
          Akhirnya aq dan Ira tanpa berfikir lama , sore itu juga kami langsung pergi ke Parangdog. Tapi sewaktu kami menuju kesana kami mengalami beberapa pengalaman yang unik dan lucu. Kami Hampir saja nyasar ke Daerah Gununng Kidul. Tapi gak apa-apa karena setelah kami sampai ke  Parangdog semua capek kami terbayar sudah denga pemandangan  sangat indah yang disuguhan oleh Parangdog.

Cekidot gan agar kalian gak pensaran dengan ceritaku, nihh gambar yang sempat aq ambil dengan Ira saat berada disana.....















Minggu, 15 Mei 2011

Tentang Jeet Kune Do


Jeet Kune Do
Chinese CantoneseJitkyùndou PinyinJiéquándào.
"Way of the Intercepting Fist"
JKD, is a martial arts system and philosophy developed by Martial artist Bruce Lee.

JEET berarti menahan, KUNE berarti serangan, DO berarti cara, jadi jeet kune do berarti: cara menahan serangan ...
Jeet Kune Do merupakan beladiri perseorangan yang diciptakan oleh The Legend Bruce Lee dalam perjalanannya dalam dunia beladiri. Jeet Kune Do merupakan gabungan dari berbagai jenis beladiri yaitu: kungfu wingcun, tinju, anggar dan pentjak silat. JKD merupakan seni beladiri yang mengutamakan karakter dan kemampuan diri sendiri, jadi setiap praktisi JKD diharapkan untuk menjadi dirinya sendiri. JKD sendiri gerakanya praktis dan tidak klasik, jadi jika ada yang menyerangmu......pukul saja, jangan ikuti gerakan canggih yang tidak perlu..

JKD-CJT merupakan perguruan beladiri yang menerapkan sistem JKD yang didirikan pada tanggal 21 November tahun 1996 diresmikan oleh Mr. Bryson Keenan( Direktur World Kickboxing Association) saat itu .

Dalam beladiri JKD-CJT akan diajarkan metode kungfu yang dikembangkan Bruce Lee dengan materi latihan seperti : Gin-Lai (salam pembuka), Gerakan Dasar, Bi-Jong (kuda – kuda), cara mengatur kaki, kelincahan gerakan, teknik pukulan & tendangan, teknik tangkisan, teknik bantingan, teknik kuncian, teknik senjata (double stick,dll), teknik tangkisan senjata, Cek Jien Tao (potong jarak), Pau Sao (Pelepasan), Chi Sau (Tenaga Mengalir), Joan Sien (Center Line Teory), Pernafasan Tenaga Murni.

latihan:
Sasono Hinggil DwiAbad,Alun Alun Selatan, Yogyakarta
Ahad, jam 08.00 s/d 10.00 wib
Rabu, jam 16.00 s/d 18.00 wib

TKP Cek : http://jeetkunedoacademy.blogspot.com/search?updated-max=2009-07-15T11:11:00-07:00&max-results=7

FOTO: Tingkah Lucu Bhiksu Cilik Di Korea Selatan, ulang tahun Buddha dirayakan dengan festival selama seminggu.

VIVAnews - Umat Budha seluruh dunia merayakan hari kelahiran-pencapaian kesadaran Buddha-wafat Buddha Sakyamuni pada Selasa, 10 Mei 2011. Di Korea Selatan, hari besar ini dirayakan dengan festival selama seminggu yang biasanya berakhir pada hari yang sama dengan Puja Waisak di daerah lain di Asia.

Ulang tahun Buddha merupakan hari libur Buddha terbesar di Korea. Sepanjang jalan kota dan kuil dihiasi lentera untuk perayaan selama seminggu. Di Vihara Sekte Jogye di Seoul, selama satu bulan sebelum perayaan dimulai, sejumlah anak laki-laki menghabiskan waktu di vihara. Di dalam vihara, anak-anak tersebut belajar mendalami kehidupan keseharian para bhiksu dan memperdalam ajaran Buddha.

Tingkah laku para calon bhiksu kecil sungguh jenaka. Ada yang menangis pada saat rambutnya dicukur bersih atau tertidur pada saat sesi istirahat. Mereka juga menonton tayangan tiga dimensi di SK Telecom Ubiquitous Museum di Seoul. Ingin tahu betapa lucunya mereka, lihat fotonya di tautan ini.




Perayaan ulang tahun Buddha di Korsel (AP Photo/ Lee Jin-man)

Akibat Fatal Dari Kesalahan Didik Bahwa 1 Ons = 100 Gram




PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce.

Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons(bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan *Ons bukanlah bagian dari sistem metrik* ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal* atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, *tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus **Indonesia**.* Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku Sekolah Dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk resmi.
TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka ;

*"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional , yang menyatakan bahwa : *

*1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?*

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?

Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru* ini, sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons *(Depdiknas)* = 100 gram dan 1 pound *(Depdiknas)* = 500 gram? Bagaimana "Ons dan Pound *(Depdiknas)*" ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.
HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan *pelajaran sampah* yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.
ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. *(maaf, ini bukan promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

*Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram *(bukan 100 g.)*

1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)*

1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)*

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram.
Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau malpraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (*ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)*
KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta *rumus konversi yang benar*. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.

*# # # # # *

* Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, baik cetak maupun elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan bangsa. Dipersilahkan mengubah formatnya sesuai dengan ketentuan penyiaran masing- masing.*

*Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM dan masyarakat umum, untuk diketahui secara luas.*

* Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju untuk menghentikan kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, silahkan diperbanyak / difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.*

* *

*Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan menanyakannya langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi setempat dikota anda berada. *

* *

*Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau berpar-tisipasi menyelamatkan masa depan anak-anak **Indonesia**. Semoga Tuhan memberkati upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa
pamrih sedikitpun.*







Jumat, 13 Mei 2011

Ajaib, Kepala Penyok Bisa Tetap Hidup



Steven Cloak adalah salah satu keajaiban dunia. Kepalanya penyok setelah dia dipukul oleh temannya, tapi dia tetap bisa hidup normal.

Cloak, 26 tahun, warga Inggris, terluka setelah dia dipukul oleh temannya yang mabuk bir, Jack Hobbs, 17 tahun. Hobbs memukul Steven sampai dia jatuh. Sebuah tendangan keras tambahan sempat mendarat di kepalanya.

Akibatnya, kepalanya mendapat luka serius dan harus mendapat banyak jahitan. Dokter bedah harus bekerja keras untuk mengambil keping-keping tengkorak.

Kepalanya sembuh, tapi jidatnya membentuk lubang besar. Dalam operasi pertama itu, prioritas dokter adalah sembuh dan bukan membentuk kembali kepalanya.

Untunglah kepala penyok itu hanya bertahan setahun. Cloak kemudian kembali menjalani operasi kedua. Kali ini dokter menambahkan plat untuk membentuk kepalanya kembali.

Cloack kini tinggal di Bideford, North Devon. Dia menganggur dan tak ingat peristiwa penyerangan yang menyebabkan kepalanya penyok.

Adapun penyerangnya, yang membuat kepalanya penyok, Hobbs kini berusia 17 tahun. Dia harus menjalani pengadilan yang mengancam hukuman penjara selama 10 tahun. "Cloak menatapku seolah ingin memukulku. Maka, aku memukulnya lebih dulu," demikian pembelaan Hobbs. Tapi, jaksa David Evans tak percaya dalihnya. Menurutnya, "Hobbs pemabuk berat," demikian dikutip Sun.



sumber : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=97996

Rahasia Nama Muhammad dalam Gambar


Bulan kemarin saya menemukan artikel kaskus yang menggugah terkait rahasia dibalik nama Muhammad, dimana banyak makna yang tersirat dalam kebesaran nama yang sederhana itu. entah apakah ini merupakan salah satu mukjizat atau sekedar kebetulan saja, bahwa ada fakta menarik di abjad/huruf-huruf yang tersusun dari nama itu:

1. Kata Muhammad, jika kita gabungkan dalam bentuk normal mim ha mim dal, maka akan menjadi sebuah sekesta seorang manusia. sudah maklum adanya bahwa sebaik-baik mahluk / ciptaan yang pernah diciptakan oleh Tuhan di alam semestaini adalah manusia dengan kelebihan aqal mereka, sementara mahluk lain hanyalah hayawan dan planet-planet yang penuh rahasia.

Manusia Sempurna:


2. kata Ahmad, jika kita cermati satu-persatu hurufnya mak huruf-huruf itu akan mennggambarkan sosok orang yang sedang melakukan sholat, tahukah kita bahwa sholat merupakan sebaik-baik doa dan ibadah yang pernah diperintahkanNya.

Ahmad Terpisah:
3. Kata Muhammad jika digabungkan huruf-hurufnya maka akan berbentuk layaknya manusia yang sedang sujud dalam shalat. dalam ritual sholat Sujud merupakan inti dari semua rukun-rukunnya, karena pada saat sujud manusia menundukkan 8 bagian tubuhnya di bumi bukti kepasrahan total kepada sang pencipta. hmmm betapa rahasia Tuhan sangat menggetarkan hati, saya yakin masih banyak tersirat rahasia-rahaisa lain dibalik sosok, nama dan semua yang berkaitan dengan sang kekasih sejati 'Habibullah: Muhammad'. Bgeitulah hasil temuan situs woamu.mangaku.net




Rabu, 11 Mei 2011

Kota Wisata Tambang yang Berbudaya

Mungkin ditelinga masyarakat Indonesia masih asing dengan kata- kata Kota Wisata Tambang yang Berbudaya.Ini adalah salah satu kota yang ada di Indonesia lebih tepatnya di Provinsi Sumatra Barat Kotamadya Sawahlunto. Kota yang memiliki visi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya ini memiliki berbagai tempat wisata yang tidak kalah menariknya. Disini saya akan share beberapa wisata yang dimiliki oleh kota Sawahlunto.
Mari gan yuk kita lihat.....






water boom sawahlunto





Gedung Pusat Kesenian

Kereta Wisata

Suasana Malam Sawahlunto

Wisata Air Danau Kandi

Wahana Air Danau Kandi

kebun binatang Sawahlunto



Ha Nha Shop

Ha Nha Shop adalah shoping online yang menjual aneka kerajinan dari flanel.
Bagi yang berminat silahkan hubungi or sms Dona ke no 085227100759
nih beberapa foto kerajinan flanelnya...marii shopping yuukkkkkk.....^_^






Indahnya Pulau Kenawa, Little Sabana di Sumbawa

Mau Share salah satu tempat wisata di Pulau Sumbawa. Pulau Kenawa namanya. Terletak di Kabupaten Sumbawa Barat. Berada tepat di sebelah utara Poto Tano Harbour.


















Tak Lama lagi, Sebuah film keluarga bertema pendidikan besutan Sineas Ari Sihasale dan Nia Zulkarnain akan segera kita saksikan.. dan tahukan agan-agan? Film itu berlatar Pulau Sumbawa dan Salah satu tempat pengambilan gambarnya adalah pulau Kenawa ini..


Sumber : http://menujuhijau.blogspot.com/search?updated-max=2011-05-09T22%3A00%3A00-07%3A00&max-results=50#ixzz1M0WFn34I